Jumat, 03 April 2015

bukan sembarang kursi

Rentetan senjata..
Pekikan janda..
Tangisan yatim..
Tak lagi asing di negeriku..
Hanya untuk sebuah kursi..
Segala cara mereka lakukan..
Di negeriku, semuanya terasa samar..
Tak ada lagi kata haram..
Semuanya telah dihalalkan..
Bahkan, nyawa manusia tak lebih berharga dari telur ayam..
Dulu mereka berjuang demi negeri..
Kini mereka berjuang demi kursi..

Curhatan tentang Pilpres

curhatan saya. about pilpres!
siapapun pemenangnya, baik dengan cara benar ataupun dengan cara CURANG, sepertinya rusuh tidak dapat dielakkan. "mereka" berhasil membuat peng-kubu-an dalam masyarakat kita. Dan ini sudah menjadi senjata yang lebih dari cukup untuk memecah belah kesatuan kita, bangsa kita.
"sungguh, awal-awal kekuatan kita (Islam) itu terletak pada persatuan dan kesatuan. Karena sejarah telah mencatat, hanya fitnah dan perpecahan yang dapat mengalahkan kita. Cukup perang jamal menjadi sejarah kelam kemunduran kita. "
memang, dalam sabda rasul, kita akan terpecah dalam 73 golongan, tapi setidaknya biarlah kita menjadi 1 dalam 73 golongan itu. jangan sampai kita menjadi golongan yang ke 74 (hana itamong lam kamus)
saran saya :
Siapapun nantinya yang akan menjadi pemimpin kita, marilah kita rangkul kambali saudara-saudara kita untuk kita menjadi satu kesatuan yang "Bhineka Tunggal Ika". Ayo, kembali Jadilah kita ini bagai tubuh yang satu.
*Ini jaman, jaman fitnah nduk.

Pesan Syaikhuna

Ketika kita telah memilih jalan thareqat, maka bersiap2lah dimabuk cinta.

"Karena dalam hati yang penuh dengan ego, cahaya iman akan redup bersamanya. Maka selalu posisikanlah dirimu pada posisi terendah, agar tidak akan ada orang yang dapat menjatuhkanmu lagi".
Nafsu itu mengajak kepada sifat kebinatangan dan akal mengajak kepada sifat kemalaikatan. Manusia yang telah di rongrong oleh nafsu, ia akan lebih hina dari binatang. Sedangkan manusia yg mantap menggunakan akal, ia bisa lebih mulia 'hebat' dari malaikat.

Ta'dhim itu menghormati sepantas dan sewajarnya. Bukan FANATIK!
Ta'dhim itu wajib.
Fanatik itu bahaya.

Ketika taubat telah diikrarkan, maka syaithan dan jin kafir akan menambah pasukan untuk menggoda dan meruntuhkan ikrarmu itu. ASTAGHFIRULLAH.. MASYAALLAH..

Kata Abi

kata Abi, ada dua jenis kesesatan.
satu, ajaran sesat, dan ini murni dilakukan oleh orang kafir.
kedua, menyesatkan ajaran. Yaitu ajaran yang diajarkan dengan benar namun pada praktiknya melenceng, sehingga meruntuhkan derajat kebenaran dan ini dilakukan oleh orang munafiq.
han sama bak pineung ngeun bak u.

"Ibaratnya, hanyalah setetes air daripada banyaknya air laut, hanya segitu Ilmu yang Allah titipkan kepada manusia ini. Kemudian tetesan itu dibagi dalam beberapa cabang ilmu. Mulai dari ilmu syahadat sampai ilmu lam jeurat (alam kubur), ilmu membuat ketupat sampai membuat pesawat. semua itu telah terbagi dalam tetesan kecil ilmu yang Allah titipkan kepada manusia ini. Oleh karena itu, janganlah sekali-kali memvonis orang lain salah, kecuali pada hal-hal yang bertentangan dengan hukum yang telah di syariatkan (tiada khilaf terhadapnya, ex.Bilangan rakaat dan waktu shalat. dll). Sebab, tingkat ilmu kita sekarang ini baru sampai tingkat membenarkan diri sendiri (berdasarkan ilmu), tapi tidak untuk menyalahkan orang lain."
-(maaf jika bahasanya sedikit amburadul, sebab adaptasi dari bahasa Aceh. Kalau versi ORInya, asli kerenli)-
*Shuhbah Abiku ketika fajar menjelang subuh hari ini.

POLITIKUS KARBITAN

-OPINI-
Saya memang bukan seorang akademisi dengan background pendidikan politik. Tapi setidaknya saya tidak terlalu bodoh hingga dapat dibodohi oleh orang-orang politik saat ini. Sebagai seorang yang "katanya, 'awam politik", jujur, saya sangat riskan dan sedikit kecewa melihat perkembangan politik Indonesia sekarang ini. Setelah perpecahan yang terjadi dalam masyarakat gara-gara berbeda dukungan dalam memilih presiden, sekarang, negeri ini semakin diperparah dengan "katanya" akan dibentuk DPR TANDINGAN. Sekedar review saja dan saya rasa ini sudah menjadi catatan jelek dan pelajaran yang sangat berharga dalam sejarah peradaban dunia (Islam), tentunya bagi orang yang mempunyai pikiran. Sungguh dulu Islam hancur sejak terjadinya perpecahan di masa kekhalifahan. Dimana dulunya juga terjadi pengkubuan "mungkin" sama seperti yang telah terjadi di negeri kita saat ini. Dan menurut analisa saya, jangan heran kalau nantinya akan banyak dan semakin banyak lagi perpecahan yang akan terjadi,dimulai dari kelompok kumpulan terkecil, sebut saja KELUARGA contohnya. So, jaga dan sayangilah keluarga dan orang-orang disekitarmu sebagaimana kamu menyayangi dirimu sendiri. Sungguh jika cinta dan berkasih sayang dapat membuat kita bahagia dan nyaman, untuk apa kita menciptakan dendam dan permusuhan? (AK)

konsep GAFATAR (analisa)

Masih tentang GAFATAR (ex.KOMAR)
Sebenarnya konsepnya begini,
Selipkan sedikit kedustaan diantara kebenaran, niscaya mereka tidak akan tahu dan akan menganggap kedustaan itu bagian dari kebenaran.
Mereka (GAFATAR) menafsirkan "khataman Nabiyyin = cincin / penghargaan untuk para Nabi" sedangkan para mufassir sepakat memberi makna "penutup para Nabi dan rasul". jadi, "laa nabiyya ba'dahu (setelah Nabi Muhammad, maka tidak ada lagi Nabi / Rasul sesudahnya". Ini salah satu Ayat yg digunakan oleh mereka (GAFATAR) untuk mengangkat dan mengimani AHMAD MUSHADEQ sebagai Nabi atau Sang Messiah alias Juru Selamat. dan untuk menutupi kedustaan ini, mereka menutupinya dengan ayat-ayat lainnya yg benar yg sesuai dengan kondisi zaman sekarang.
Ini salah satu triknya!

about GAFATAR

Setelah 5 tahun yang lalu, hari ini ada lagi yg ngajak debat.
Haha... terserah anda bagaimana mau menafsirkan dan memahami kata "khataman nabiyyin". Karena tingkat pemahaman dan kecerdasan manusia itu berbeda-beda.
Kalau kita berbicara kaidah Bahasa Arab, maka tanyakanlah pada orang ahli Bahasa Arab. Jangan sekali-kali orang sakit gigi berobat kepada seorang guru olah raga. "Fas alu ahlazzikr".
Contoh kecil.
Dlm bahasa indonesia terdapat beberapa kata yg sama tulisan, sama dibaca tapi berbeda makna karena kondisi penempatan dan kegunaannya.
BISA= Mampu / Racun
Saya "BISA" melakukannya.
"BISA" itu sangat mematikan.
Dalam bahasa Inggris, kita ambil contoh kata CAN = KALENG / BISA (MAMPU)
ex :
I CAN reading <-- bagaimana cara kita memaknainya?
Kalau saya memberi makna "SAYA BISA (MAMPU) membaca" namun jika anda memberi makna " SAYA KALENG membaca " maka siapa yg keliru?
Begitu juga dalam kaedah Bahasa Arab.
-sekali lagi maaf karena saya telah terlalu banyak berkomentar-
TANYAKANLAH PADA YANG AHLINYA - Jika suatu hari nanti anda bermain-main ke Aceh, janganlah sekali-kali menanyakan sebuah alamat kepada orang Papua.
YANG HAQ ITU DATANGNYA DARI ALLAH dan atas segala kesilapan saya minta maaf.